.

Rabu, 08 Agustus 2012

Menu Horizontal Drop Down Yang Keren

Menu Horizontal Drop down

Menu Navigasi Horizontal adalah menu yang ditampilkan secara mendatar. Biasanya Menu Navigasi Horizontal diletakkan di atas atau di bawah header blog. Akan tetapi, tidak sedikit juga blog yang memasang Menu Navigasi Horizontal di atas footer. Horizontal Navigation yang Rinjani Lovers share malam ini adalah Menu Navigasi yang sangat bagus. Menu Navigasi ini sangat mudah untuk diterapkan atau di pasang di blog karena sobat blogger tidak perlu melakukan Edit template. Menu Horizontal ini merupakan Menu Horizontal Drop Down tanpa gambar dan scripts. 

Cara buat Menu Navigasi Horizontal :
  • Silahkan Sobat blogger log in terlebih dahulu di blog sobat
  • Klik Design dan klik Add a gadget.
  • Copy kode yang ada di bawah ini dan paste pada kolom yang tersedia :

    <style>

    /*------ CSS3 Drop Down Menu By RL (rinjanilovers.blogspot.com)---------*/

    #rl-menu, #rl-menu ul {

    margin: 0;

    padding: 0;

    list-style: none;

    }

    #rl-menu {

    width: 960px;

    margin: 60px auto;

    border: 1px solid #222;

    background-color: #111;

    background-image: -moz-linear-gradient(#444, #111);

    background-image: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#444), to(#111));

    background-image: -webkit-linear-gradient(#444, #111);

    background-image: -o-linear-gradient(#444, #111);

    background-image: -ms-linear-gradient(#444, #111);

    background-image: linear-gradient(#444, #111);

    -moz-border-radius: 6px;

    -webkit-border-radius: 6px;

    border-radius: 6px;

    -moz-box-shadow: 0 1px 1px #777;

    -webkit-box-shadow: 0 1px 1px #777;

    box-shadow: 0 1px 1px #777;

    }

    #rl-menu:before,

    #rl-menu:after {

    content: "";

    display: table;

    }

    #rl-menu:after {

    clear: both;

    }

    #rl-menu {

    zoom:1;

    }

    #rl-menu li {

    float: left;

    border-right: 1px solid #222;

    -moz-box-shadow: 1px 0 0 #444;

    -webkit-box-shadow: 1px 0 0 #444;

    box-shadow: 1px 0 0 #444;

    position: relative;

    }

    #rl-menu a {

    float: left;

    padding: 12px 30px;

    color: #999;

    text-transform: uppercase;

    font: bold 12px Arial, Helvetica;

    text-decoration: none;

    text-shadow: 0 1px 0 #000;

    }

    #rl-menu li:hover > a {

    color: #fafafa;

    }

    *html #rl-menu li a:hover { /* IE6 only */

    color: #fafafa;

    }

    #rl-menu ul {

    margin: 20px 0 0 0;

    _margin: 0; /*IE6 only*/

    opacity: 0;

    visibility: hidden;

    position: absolute;

    top: 38px;

    left: 0;

    z-index: 9999;

    background: #444;

    background: -moz-linear-gradient(#444, #111);

    background: -webkit-gradient(linear,left bottom,left top,color-stop(0, #111),color-stop(1, #444));

    background: -webkit-linear-gradient(#444, #111);

    background: -o-linear-gradient(#444, #111);

    background: -ms-linear-gradient(#444, #111);

    background: linear-gradient(#444, #111);

    -moz-box-shadow: 0 -1px rgba(255,255,255,.3);

    -webkit-box-shadow: 0 -1px 0 rgba(255,255,255,.3);

    box-shadow: 0 -1px 0 rgba(255,255,255,.3);

    -moz-border-radius: 3px;

    -webkit-border-radius: 3px;

    border-radius: 3px;

    -webkit-transition: all .2s ease-in-out;

    -moz-transition: all .2s ease-in-out;

    -ms-transition: all .2s ease-in-out;

    -o-transition: all .2s ease-in-out;

    transition: all .2s ease-in-out;

    }

    #rl-menu li:hover > ul {

    opacity: 1;

    visibility: visible;

    margin: 0;

    }

    #rl-menu ul ul {

    top: 0;

    left: 150px;

    margin: 0 0 0 20px;

    _margin: 0; /*IE6 only*/

    -moz-box-shadow: -1px 0 0 rgba(255,255,255,.3);

    -webkit-box-shadow: -1px 0 0 rgba(255,255,255,.3);

    box-shadow: -1px 0 0 rgba(255,255,255,.3);

    }

    #rl-menu ul li {

    float: none;

    display: block;

    border: 0;

    _line-height: 0; /*IE6 only*/

    -moz-box-shadow: 0 1px 0 #111, 0 2px 0 #666;

    -webkit-box-shadow: 0 1px 0 #111, 0 2px 0 #666;

    box-shadow: 0 1px 0 #111, 0 2px 0 #666;

    }

    #rl-menu ul li:last-child {

    -moz-box-shadow: none;

    -webkit-box-shadow: none;

    box-shadow: none;

    }

    #rl-menu ul a {

    padding: 10px;

    width: 130px;

    _height: 10px; /*IE6 only*/

    display: block;

    white-space: nowrap;

    float: none;

    text-transform: none;

    }

    #rl-menu ul a:hover {

    background-color: #0186ba;

    background-image: -moz-linear-gradient(#04acec, #0186ba);

    background-image: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#04acec), to(#0186ba));

    background-image: -webkit-linear-gradient(#04acec, #0186ba);

    background-image: -o-linear-gradient(#04acec, #0186ba);

    background-image: -ms-linear-gradient(#04acec, #0186ba);

    background-image: linear-gradient(#04acec, #0186ba);

    }

    #rl-menu ul li:first-child > a {

    -moz-border-radius: 3px 3px 0 0;

    -webkit-border-radius: 3px 3px 0 0;

    border-radius: 3px 3px 0 0;

    }

    #rl-menu ul li:first-child > a:after {

    content: '';

    position: absolute;

    left: 40px;

    top: -6px;

    border-left: 6px solid transparent;

    border-right: 6px solid transparent;

    border-bottom: 6px solid #444;

    }

    #rl-menu ul ul li:first-child a:after {

    left: -6px;

    top: 50%;

    margin-top: -6px;

    border-left: 0;

    border-bottom: 6px solid transparent;

    border-top: 6px solid transparent;

    border-right: 6px solid #3b3b3b;

    }

    #rl-menu ul li:first-child a:hover:after {

    border-bottom-color: #04acec;

    }

    #rl-menu ul ul li:first-child a:hover:after {

    border-right-color: #0299d3;

    border-bottom-color: transparent;

    }

    #rl-menu ul li:last-child > a {

    -moz-border-radius: 0 0 3px 3px;

    -webkit-border-radius: 0 0 3px 3px;

    border-radius: 0 0 3px 3px;

    }


    </style>


    <ul id="rl-menu">
    <li><a href="#">Home</a></li>
    <li>
    <a href="#">Categories</a>
    <ul>
    <li><a href="#">CSS</a></li>
    <li><a href="#">Graphic design</a></li>
    <li><a href="#">Development tools</a></li>
    <li><a href="#">Web design</a></li>
    </ul>
    </li>
    <li><a href="#">Work</a></li>
    <li><a href="#">About</a></li>
    <li><a href="#">Contact</a></li>
    </ul>
  • Klik save

Tambahan :
Jangan lupa mengganti tanda # dengan Link blog sobat

Kalau sobat blogger merasa tutorial blog kali ini bermamfaat, tolong tinggalkan pesan sobat pada kolom komentar di bawah ini.

Senin, 06 Agustus 2012

Tiga kebahagiaan menyambut Idul fitri

Tiga kebahagiaan menyambut Idul fitri Cetak E-mail
Ditulis oleh Arwani Syaerozi*   
Tidak terasa satu bulan penuh kita telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, satu bulan kita telah berhasil menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Di saat bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan itu telah pergi, hari ini kita dipertemukan dalam momen kegembiraan, yaitu hari raya idul fitri. Kalau kita artikan secara tekstual, bermakna "hari berbuka" atau "hari kembali kepada fitrah", fase kehidupan manusia yang dianggap suci, bersih dan terbebas dari segala dosa.
Di hari kemenangan ini, mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya: kegembiraan apa yang patut kita rayakan pada saat idul fitri tiba? Apakah hanya sekedar datang dan berlalunya "suatu hari" tanpa ada arti sebagimana hari-hari yang lain? Atau ada sebuah keistimewaan yang patut kita banggakan di hari ini?

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengupas tentang tiga kebahagiaan bagi komunitas muslim dalam menyambut datangnya idul fitri. Yaitu; Bahagia telah sempurna menemui bulan Ramadhan, dengan menjalankan perintah puasa, bahagia telah berbagi kepada saudara se-iman, dengan menunaikan kewajiban zakat fitrah, dan bahagia dengan kesempatan halal bi halal atau bersilaturrahim, saling mema'afkan segala kesalahan menghapus luka yang pernah tergores dan mempererat hubungan persaudaraan.   

Bahagia telah sempurna menjumpai Ramadhan:

Harus kita akui bahwa berhasil menjumpai bulan Ramadhan, dengan kondisi fisik dan mental yang sehat, sehingga mampu melaksanakan perintah puasa dengan khidmat, adalah anugerah besar dari yang maha kuasa, sahabat Ali bin Abi Thalib Ra (w: 40 H / 661 M) berkata: "Sehat jasmani adalah anugrah yang paling indah"

Kita bisa membayangkan, bagaimana orang-orang yang pergi ke alam baqa' (meninggal dunia) sesaat menjelang datangnya bulan Ramadhan, mereka tidak bisa menjumpai bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan. Padahal, melalui ibadah di bulan Ramadhan, kita diberi bonus pahala berlipat dan kesempatan untuk melebur dosa-dosa yang pernah dilakukan. Rasulullah Saw - dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim - menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan.

Atau tidak sedikit saudara-saudara kita yang pada saat tiba bulan Ramadhan dalam keadaan sakit, fisik maupun mentalnya tidak sehat, sehingga tidak bisa menjalankan kewajiban ibadah puasa, atau kalaupun tetap menjalankan, tidak dengan khidmat sebagaimana orang yang normal kesehatannya. Tentu saja dengan uzur sakit, mereka itu tidak bisa merasakan bagaimana nikmatnaya saat berbuka, saat bersahur, bagaimana nikmatnya kita mampu mengendalikan hawa nafsu dengan sedikit mengekang hasrat jasmani dan biologis.

Dalam satu kesempatan, ulama besar di zaman tabi'in (setelah zaman para sahabat Nabi) imam Ibnu Sirin, (w: 110 H / 728 M) berterus terang bahwa urusan hawa nafsu adalah urusan yang paling pelik dalam hidup ini, ia berkata: “Aku tidak pernah mempunyai urusan yang lebih pelik ketimbang urusan jiwa”. Betapa urusan jiwa yang menyangkut pengendalian hawa nafsu adalah kendala besar yang kerap merintangi hidup manusia, Rasulullah Saw dalam hal ini mengingatkan: "Jalan ke sorga dilapangkan dengan mengendalikan hawa nafsu, sedangkan jalan ke neraka dilapangkan dengan menuruti hawa nafsu" (HR. Bukhori dan Muslim)

Dengan tibanya idul fitri ini, sangatlah wajar jika kita berbahagia menampakkan kegembiraan bersama, bukan atas dasar telah berlalunya bulan suci Ramadhan, akan tetapi kebahagiaan ini dilandaskan pada keberhasilan kita dalam mengekang hawa nafsu dalam kadar dan rentang waktu tertentu.

Bahagia dengan peduli terhadap sesama:

Kebahagiaan kedua yang semestinya kita rasakan pada momen datangnya hari raya idul fitri adalah, kita telah mengeluarkan zakat fitrah. Sebuah ibadah yang tidak lain sebagai bentuk penyucian diri setiap muslim sekaligus sebagai penyempurna puasa Ramadhan.

Zakat fitrah merupakan salah satu ibadah yang berdimensi horisontal. kalau kita perhatikan secara kasat mata, sangatlah sepele, tidak membutuhkan jumlah harta yang berlimpah, akan tetapi setiap muslim yang pada saat tibanya idul fitri memiliki kebutuhan pokok untuk dirinya, keluarga dan orang yang harus dinafkahinya, maka dia berkewajiban untuk mengelurakan zakat. Nominasi harta yang dikeluarakan pun sangat sedikit, hanya 1 Sha' sekitar 2,5 kg makanan pokok setempat, atau bisa diuangkan sesuai dengan standar harganya.

Berbeda dengan zakat harta, zakat hewan ternak, zakat hasil bumi, zakat profesi dan zakat niaga, jenis-jenis zakat ini hanya bisa ditunaikan oleh kalangan berada saja. Maka dari itu, prosentasi muslim yang berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah jauh lebih banyak dari pada zakat-zakat tersebut, hal ini sesuai dengan maqasid (tujuan) disyari'atkannya zakat fitrah yaitu untuk mengembalikan setiap manusia pada fitrahnya.

Kalau sejenak kita menengok maqasid (tujuan) dan hikmah diwajibkannya ibadah zakat secara umum, ternyata ajaran Islam, disamping mengupayakan kesucian diri setiap insan, juga mengharapkan kesucian dan keberkahan harta benda yang dimilikinya. Dalam al Qur'an di jelaskan, saat Allah Swt memerintahkan Muhammad Saw untuk merealisasikan kewajiban zakat kepada para sahabatnya: "Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan – dan mensucikan - mereka" (Qs. at Taubah: 103).

Dalam kesempatan lain Allah Swt menjelaskan: " Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah di sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridha'an Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan " (Qs. Ar Ruum: 39)

Kalau demikian kenyataannya, maka kesempatan kita untuk menjalankan kewajiban zakat fitrah, adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Kita telah diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk mensucikan jiwa sekaligus mewujudkan rasa peduli terhadap kondisi di sekitar kita. Bagaimanapun kebahagiaan dalam menyambut datangnya idul fitri, juga berhak dirasakan oleh kaum miskin yang sama sekali tidak memiliki makanan pokok saat hari raya tiba.

Berbahagia dengan bersilaturrahim:

Tradisi “halal bi halal” yang ada di setiap hari raya idul fitri adalah kesempatan bagi kita untuk bersilaturrahim. Tentunya silaturrahim dalam maknanya yang luas, yaitu saling memafkan atas segala kesalahan yang pernah dilakukan, saling mempererat hubungan persaudaraan atas dasar keimanan dan kebangsaan, bukan hanya sebatas persaudaraan atas dasar kekerabatan dan hubungan nasab keturunan. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam al Qur’an: "Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu" (Qs. Al Hujurat: 10)

Sebagaimana kita semua sadari, bahwa interaksi keseharian dalam komunitas umat manusia akan selalu di warnai dengan berbagai hal, sesuai dengan situasi dan kondisi. Adakalanya baik ada kalanya buruk, kadang damai kadang konflik. Implikasi dari hubungan keseharian antar sesama manusia ini tidak selamanya menyakitkan sehingga menimbulkan kebencian, begitu juga tidak semuanya menyenangkan sehingga menimbulkan kecintaan, pada saat-saat tertentu emosi, egois dan kesombongan bisa saja menguasai diri kita.

Implikasi buruk yang kita terima dari sikap orang lain, begitu juga kelakuan tidak bersahabat yang kita tunjukkan kepada orang lain, baik dengan penuh kesadaran  maupun dalam ketidaksadaran, harus kita netralisir dengan bersilaturrahim. Kita percaya, bahwa hari raya idul fitri sebagai momen yang tepat untuk menetralisir atau paling tidak meminimalisir ketegangan hubungan antar sesama umat manusia. Rasulullah Saw bersabda : "Wahai manusia, tebarkanlah kedamaian dan sambunglah persaudaraan" (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Melalui silaturrahim, kita juga akan mendapatkan hikmah dan faedah yang luar biasa. Di antaranya; akan mempermudah segala urusan, bisa menjalin partner usaha, dan memperbanyak kolega yang tentunya akan saling menguntungkan dalam bekerjasama. Dalam satu kesempatan Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang ingin dijembarkan rezekinya dan dipanjangkan usianya maka sambunglah persaudaraan" (HR. Bukhori dan Muslim). Sebagian ulama mengartikan kalimat "panjang usia" dalam hadist di atas dengan makna "keberkahan hidup".

Akhir tulisan:

Kita semua berharap, mudah-mudahan hari raya idul fitri kali ini adalah momen yang dapat mengembalikan pada fitrah keimanan kita, di mana idul fitri datang setelah kita menyelesaikan proses latihan mengendalikan jiwa melalui puasa Ramadhan, ia tiba dibarengi dengan kewajiban zakat fitrah yang merupakan wujud kepedulian, dan ia juga datang dengan tradisi “halal bi halal” sebagai upaya mempererat tali persaudaraan dan persahabatan. Tidak lain, tiga kebahagian yang kita rasakan sekaligus dalam momen hari raya idul fitri adalah anugerah dari Allah Swt yang wajib kita syukuri. "Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. " (Qs. Yunus: 58)

Puasa sebagai Pintu Ibadah

Puasa sebagai Pintu Ibadah Cetak E-mail
Ditulis oleh Yusuf Suharto*   
Lazim kita ketahui, bahwa agama Islam ini penuh dengan perumpamaan simbol dan lambang- lambang.Hal ini,kiranya diciptakan Allah Ta’ala untuk memudahkan dan membuat kita akrab dengan ajaran agama, dengan merasakan suasana yang sepenuhnya kita sadari dan alami.Misalnya, ada hadits, “Miftahul Jannah La Ilaha Illa Llah”, (Kunci surga itu adalah pengucapan (penghayatan,pengamalan) bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah).
Dalam konteks puasa Ramadhan, yang sedang kita laksanakan bersama ini. Puasa disebut Nabi Muhammad Shalallah alaih wasallam sebagai pintu ibadah.Nabi bersabda “ Li kulli Syaiin Babun, wa Babul Ibadah as Shaumu”,(Setiap segala sesuatu itu ada pintunya, dan pintu ibadah adalah puasa). (H.R. Ibn Al-Mubarak dalam Az-zuhud )
Menimbang  penting dan  kegunaan ibadah puasa ini,maka ia kerap diberlakukan sebagai ibadah terapis sebagai penangkal tumbuh liarnya nafsu syahwat libido,misalnya dalam hadits riwayat Imam Al Bukhari dari Ibn Mas’ud, dapat kita telaah anjuran Rasulullah Muhammad kepada para pemuda yang belum memiliki persiapan matang untuk menikah,dianjurkan untuk berpuasa, yang dalam bahasa beliau disebut  sebagai Wija’ (alat kendali).
Dalam telaah  Sayyid Haidar Al Amuly misalnya, penulis “ Asrarus Syariah wa Athwarul Thariqah wa Anwarul Haqiqah”,   puasa disebut sebagai pintu ibadah dikarenakan ia berfungsi terhadap  dua hal.Pertama, puasa dapat mencegah sesuatu yang dilarang agama dan kedua, puasa adalah bentuk penyerangan terhadap godaan syaithan.Detailnya adalah sebagai berikut.
Pertama,puasa berpotensi mencegah  hal- hal yang dilarang, mencegah diri dari nafsu syahwat dan bahwa puasa itu adalah ibadah eksklusif, yakni ibadah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah. Berbeda dengan shalat, zakat dan ibadah  selain keduanya yang masih mungkin dilihat sesama, sehingga dikhawatirkan tersusupi perasaan bangga dan bertindak pamer.Padahal bukankah telah maklum, bahwa keduanya adalah penyebab utama tertolaknya suatu ibadah dan ketaatan.
Kedua, puasa adalah sebentuk penyerangan terhadap syaithan, sebagai musuh Allah dan kita semua. Disebut menyerang syaithan, karena ia tidak akan mampu menggoda manusia, kecuali dengan jalan pemenuhan nafsu syahwat. Nah, rasa lapar dan dahaga adalah upaya preventif untuk menaklukkan segala nafsu syahwat yang tidak lain adalah piranti syaithan untuk menggoda manusia.
Jika piranti ini ditiadakan, adalah menjadi niscaya pula  hilangnya aktivitas godaan itu.Karena itu, Nabi Muhammad bersabda : “ Sesungguhnya syaithan itu menyusuri putra  Adam, sebagaimana aliran darah, maka sempitkan alirannya dengan lapar”.Dengan hadits ini, kita dapat memahami makna hakikat hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Nabi Saw pernah bersabda :
“Apabila bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pntu-pintu neraka ditutup. Syaithan-syaithan dibelenggu. Maka berserulah seorang penyeru : “Hai siapa yang menginginkan kebaikan datanglah! Dan siapa ingin (melakukan) kejahatan, cegalah dirimu! (H.R. Turmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Dari komparasi dua hadits di atas,kiranya telah jelas bahwa yang dimaksud syaithan dibelenggu, lebih mengena diartikan bahwa peluang dan piranti  syaithan untuk menggoda manusia di bulan puasa Ramadhan  benar- benar ditutup, dikendalikan dengan terapi lapar manusia yang berpuasa.Dengan ditutupnya peluang melakukan dosa bermakna neraka siksaan telah pula ditutup dan yang tinggal kemudian adalah bekerjanya nurani manusia untuk kembali pada jalan Allah yang membawanya menuju surga keridhaan Allah Ta’ala.
Semuanya kemudian kembali pada pribadi kita masing- masing untuk mengetuk dan mau membuka pintu ibadah ini.Kita sambut dan  jemput dengan gempita peluang berharga yang dihadiahkan Allah Ta’ala ini, yang dengan puasa ini,ibadah- ibadah atau penghambaan yang lain menjadi terbuka dan mudah untuk dimakna dan dijalankan.

Tutorial Adobe Photoshop

The main objective for this manipulation tutorial is show you how to create a dramatic and artistic illumination effect. I’ll show you how to use the Brush tool and Dodge/Burn to paint shadows and change the lighting of the entire scene.

Final Result


Stock used

Step 1

Start by opening the background image. Select the sky with the Quick Selection tool (for this image is quicker) and mask it or delete it. You might want to use the Refine Edge tool if you want to have sharper edges. Don’t worry too much about details, just keep the most important elements like the containers and the big crane arm.

Step 2

Open the stock image of the cloudy sky and paste it on a new layer below the docks layer and resize it to fit your canvas if needed.

Here is where a master illumination class starts. I order to create the global light effects I was looking for and “move” the light towards the far end of the docks I had to use a lot of adjustment layers and the lighting filter so I will break up this process into several steps.

Step 3 – Even the contrast and colors

I used two adjustment layers to reduce the colors of the containers and make the entire background (the docks layer) fit the contrast of the sky. These two adjustment layers only affect the docks layer, so they work as clipping mask for the docks layer.

Now add a Gradient Map adjustment layer NOT as a clipping mask because we need to add more color and contrast but this time to both the docks and the sky. I already knew I wanted to have a cyan/yellow color tones on the final result so I used similar colors for this gradient map. I used the Linear Light blend mode at 30% Opacity.

Step 4 – Global illumination

Now that the scene is more even in contrast let’s start working on the illumination. I’ve used a non-destructive technique that developed. It consists of creating a new layer, filling it with white and changing the blend mode to Overlay.
Once that is done (convert that layer into a smart object if possible) go to Filter>Render>Lighting Effects to apply the filter to the new layer. The objective is to add darkness on the corners and edges of the canvas using the Focus slider and concentrate the light beam on the area that you want (on the center of the canvas for this manipulation). I changed the Opacity to 60%.
Be careful not too add too much light because you will end up with a bad result. Using Smart Objects you will be able to make changes to the smart filter without having to undo the effect every time you don’t like the result.

Step 5 – Add more drama

Now we changed the light a bit and have a pretty good base. Let’s emphasize that and add some color. Create a new Photo Filter adjustment layer and set it’s blend mode to Hard Light and use an Opacity level of about 50%. Opacity levels depends on how much effect you want but try not to burn the shadows or highlights. Use your own judgement.
After adding the Photo Filter, the Photo was too yellow so I used Hue/Saturation and reduced Saturation to -33. I could have reduced the opacity of the Photo Filter to reduce the color but that would have reduced contrast on the shadows which is not what I wanted. I wanted to have high contrast shadows.

Step 6 – Paint shadows

You have to darken the scene a bit so grab the Brush Tool and set the Opacity and Flow to about 10% and start painting. You can do this with the mouse perfectly fine. All you need to do is paint on the containers and on the ground. See an example on the image below.

Step 7 – Dodge/Burn

This is another essential part of this dramatic lighting effect. I used the Dode/Burn tool non-destructively on a new layer filled with 50% Gray on Overlay (Edit>Fill>50% Gray).
Use the Burn Tool to burn the containers, the floor and sky and use the Dodge Tool to brighten the tops of the containers and the highlights on the sky. Here is where experience is used to judge which parts of the scene are illuminated based on where the light comes from. In this manipulation the main light source will be on the far end of the dock that’s why the containers that are further away (closer to the light source) are brighter especially on the top.

So, it took me 4 steps to explain how I got that dramatic light change. As you’ve seen I used a lot of adjustments to get to the result I wanted. Below you have the before and after. On the left is the result when we started on Step 3 and on the right is what we got after making all the adjustments and the dodge/burn.

Step 8

Move on and extract the woman and add her to your canvas.

Step 9

Duplicate the layer of the woman and with this duplicated layer selected go to Image>Adjustments>Hue/Saturation and reduce the Lightness to -100 so that you get the silhouette of the woman. Now flip it vertically and use the Distort and Warp tools to position it like in the image below. I also applied 3px of Gaussian Blur to soften the edges.

Step 10

You will now have to adjust the woman’s colors and contrast to match the background. I used a Gradient Map and a Levels adjustment layer both as clipping mask.
For the Gradient Map I used a custom gradient (see image below) and set it’s blending mode to Color at 50% Opacity.

Step 11

Use the smoke brushes provided to paint some smoke at the end of the shotgun barrel.

Step 12

In order to add more impact to the image I added some light effects on the background using a big soft brush. I made this in two layers. on one of them I used the Screen blend mode and on the second layer I used the Color Dodge blend mode. The color used is an unsaturated dark yellow.

Step 13

Place the smoke stock image on your canvas and change their blend mode to Screen. If you want to have less smoke use Levels and darkend the midtones and shadows a bit.

Step 14

As a final effect I added a bit more cyan to get a nicer look. First I selected the entire canvass with Ctrl+A and then I went to Edit>Copy Merged and then pasted on top of everything. A quicker way of doing the same thing is pressing Shift+Ctrl+Alt+E. With the new layer created go to Image>Adjustments>Variations and add More Cyan.
Next change the layer’s blend mode to Darken and reduced the Opacity of the layer to about 40%. You can try other blend modes if you want and try different Opacity values.

I hope you liked the tutorial. If you did remember to share it, if you want to support the website.

Final result

Kamis, 02 Agustus 2012

ARTIKEL OLAHRAGA SEPAKBOLA

ARTIKEL OLAHRAGA SEPAKBOLA

Sepak bola merupakan olahraga yang dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti ilmiah yang bisa didapat adalah adanya permainan semacam sepak bola di negeri Cina. Kala itu, dinasti Han melatih tentara menggunakan “tsu-chu” untuk latihan fisiknya, yaitu latihan menendang bola kulit memasukkan ke dalam jaring kecil yang diikatkan pada batang-batang bambu panjang. Pemain membidikkan bola ke dalam jaring kecil menggunakan kaki, dada, punggung, serta bahu sambil berusaha menahan serangan dari lawan.
Di Jepang dikenal pula permainan semacam “tsu-chu” sekitar 500 – 600 tahun kemudian yang bernama Kemari, meskipun tidak kompetitif seperti di Cina. Yunani dengan “episkyros”, Romawi (Italia) dengan “haspartum”, dan Perancis dengan “choule” bisa memperpanjang daftar yang membuktikan sepakbola adalah olah raga yang berusia sangat tua.
Ada dugaan bahwa orang-orang Romawi membawa permainan itu ke Inggris. Tapi masih disangsikan apakah haspartum merupakan pendahulu sepak bola yang sekarang dikenal ini, sebab penduduk Celtic di Cronwall juga sudah mengenal permainan yang serupa yang disebut “hurling”. Waktu itu jelas belum ada peraturan yang baku. Orang boleh bermain tanpa jumlah yang pasti dan bukan hanya kaki, tetapi tanganpun boleh ikut memainkan bola. Bahkan boleh menendang tulang kering serta membawa lari bola.
Banyak teori tentang siapa yang mula-mula melaksanakan permainan sepak bola ini, tetapi yang pasti, Inggrislah yang mulai menyempurnakan sehingga perkembangannya halus seperti sekarang ini. Prakarsanya di mulai pada tahun 1863, tepatnya pada tanggal 26 Oktober, ketika sebelas perkumpulan di London mengadakan pertemuan untuk menjernihkan kekacauan dengan membuat serangkaian peraturan fundamental untuk mengatur pertandingan-pertandingan selanjutnya. Pertemuan ini berhasil membentuk Football Association (FA) yang pertama walaupun berbuntut keluarnya kelompok Rugby dalam rapat karena menolak peraturan yang melarang penginjakan, penendangan tulang kering dan melarikan/membawa bola. Akhirnya pada tanggal 8 Desember 1863, Rugby resmi mengurdurkan diri dan keduanya berjalan sendiri-sendiri.
Setelah 6 tahun Football Association berjalan, permainan sepak bola semakin mendekati kesempurnaan, terutama setelah adanya keputusan yang melarang setiap pemegangan bola (bukan hanya melarikan). Di tahun kedelapannya (baca: FA), selain anggota yang bertambah menjadi 50 perkumpulan, kompetisi sepak bola yang pertama juga mulai digelar di bawah naungannya. Pertumbuhan sepak bola melaju begitu pesat di seantero jagat bahkan pada tahun 1879 sudah dikenal langkah-langkah sepakbola profesional di Darwin, yaitu dua pemainnya: John Love dan Fergus Suter, dilaporkan sebagai orang-orang pertama yang menerima bayaran dari bakatnya bermain sepakbola.
Setelah Football Association, segera menyusul di Nederland, the Scottisch FA (1873), The TA of Wales (1875), dan The Irish FA di Belfast, Selandia Baru (1891), Argentina (1893), Chili (1895), Swiss dan Belgia (1895) Italia (1898), Jerman dan Uruguay (1900), Hongaria (1901), dan Finlandia pada tahun 1907.
Pada tahun 1907, berdirilah Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) di Paris, Perancis atas prakarsa 7 negara, yaitu Perancis, Denmark, Belanda, Spanyol, Swedia dan Swiss. Dari tujuh anggota berkembang menjadi 36 pada tahun 1925, dan setelah diselingi Perang Dunia II, FIFA sudah diikuti oleh 73 anggota pada perebutan Piala Dunia II. Saat ini FIFA mempunyai anggota sebanyak 146.300.000 klub, 200.000 di antaranya berada di Eropa dengan sekitar 680.000 tim dan 22 juta pemain yang aktif.
Karena peminat olahraga ini sangat banyak (bahkan terbanyak di seluruh dunia), maka pengembangan olahraga ini dilakukan sangat pesat agar bisa menjadi olahraga yang sempurna, tidak ada kecurangan dan frekuensi cedera pemain kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Karena ada yang bilang bahwa sepak bola adalah olahraga “teraman” ke-5.
Piala Dunia Sepak Bola atau nama resmi: Piala Dunia FIFA ,pertama dicetuskan pertama kali pada tanggal 26 mei 1928 di Amsterdam, dalam kongres FIFA tersebut diputuskan bahwa turnamen yang dapat diikuti oleh semua anggota FIFA harus dilangsungkan. Setahun kemudian di Barcelona, diputuskan bahwa Uruguay, juara olimpiade dan dalam era keemasannya, akan menjadi tuan rumah Piala Dunia yang pertama sekaligus untuk memperingati 100 kemerdekaan mereka setahun sebelumnya.Sebenarnya Piala Dunia bukan merupakan turnamen sepak bola internasional yang pertama, karena sejak tahun 1908, sepak bola sudah menjadi bagian dari Olympiade. Hanya saja, Olympiade ini hanya boleh diikuti oleh pemain amatir ,
Dan Piala Dunia yang pertama diadakan di Uruguay dan berlangsung dari 13 – 30 Juli 1930. Uruguay ditunjuk menjadi tuan rumah karena prestasinya menjadi juara Olympiade tahun 1924 dan 1928. Piala Dunia pertama ini hanya diikuti oleh 13 negara, 4 negara dari benua Eropa dan 9 negara dari benua Amerika. Minimnya peserta dari negara Eropa disebabkab oleh perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai benua Amerika.
Pada Piala Dunia perdana ini tuan rumah Uruguay keluar sebagai juara, setelah mengalahkan kesebelasan Argentina dengan skor 4-2 di babak final. Dan ini menjadikan Uruguay sebagai negara pertama yang berhak atas trofi Piala Dunia. yaitu TROFI JULES RIMET CUP
Selama Perang Dunia II kejuaraan ini terhenti selama selama 12 tahun, dimulai kembali tahun 1950 di Brasil. Piala Jules Rimet pernah dicuri sewaktu dipamerkan di Stampex Exhibition di Westminster Central Hall, London saat menjelangnya Piala Dunia 1966 di Inggris, namun ia ditemukan 7 hari kemudian oleh seekor anjing bernama Pickles.
Pada 1970 di Meksiko, FIFA telah memutuskan Brasil menyimpan Piala Jules Rimet karena menjadi negara pertama yang juara sebanyak 3 kali, 1958, 1962 dan 1970.
Badan induk FIFA kemudiannya membuat piala dunia baru dengan menggunakan emas 18 karat, 36 cm tinggi dan mempunyai berat 4.97 kg dan dirancang oleh perupa terkenal Italia, Silvio Gazzaniaga dan digunakan sehingga sekarang. FIFA menetapkan hanya pemimpin negara dan pemenang Piala Dunia saja yang boleh menyentuh piala tersebut. Replika piala yang dilapis emas akan diberikan untuk dsimpan oleh pemenang.
Promosi Piala Dunia 2006
Argentina, Jerman (kedua kali tersebut sebagai Jerman Barat), dan Brasil telah masing-masing memenangkan piala yang kedua itu dua kali. Meskipun begitu, piala yang saat ini masih belum akan “dipensiunkan” hingga plak namanya telah penuh diisikan dengan nama-nama negara pemenang, yang akan terjadi pada tahun 2038.
Brasil dengan jelas adalah tim yang paling sukses dalam Piala Dunia secara keseluruhan setelah lima kali menjadi juara dan dua kali berada di posisi kedua sementara Italia berada di bawahnya dengan empat kali juara dan dua kali di peringkat kedua. Jerman, yang tiga kali menjadi juara dan empat kali menjadi juara kedua, adalah tim yang tersukses ketiga. Argentina dan Uruguay masing-masing dua kali menjadi Juara Dunia meski kemenangan Uruguay terjadi pada masa yang sudah lama, pada awal-awal tahun kejuaraan.

Jumat, 15 Juni 2012

cursor

Chelsea FC

Kamis, 29 Maret 2012

pertama

hy,.,..ini blog pertamku,.,saya aka mengikuti terus perkembangan SSB GEMILANG MUDA.,.,ini timku